cause everyone has a story

cause everyone has a story
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

9 Desember 2016

Nyantri yuk!

Assalamu' alaikum pembaca setia semua! (emang ada ki?)

Udah lama buanget ya, Azkia gak ngepos lagi di sini. Udah debuan, banyak sarang laba-laba, hiiy. Maklum masa muda masa yang berapi-api. Eh. Maksudnya, SMA lagi sibuk-sibuknya nih hiks hiks. (iyatah ki? sok sibuk deh)

Langsung aja nih, buat ngobatin rasa kangen Azkia blogging lagi. Dan biar nyegerin mata nih, buat kalian yang lagi nyari bacaan bermanfaat. Azkia mau ngeshare sedikit renungan (sebenenernya file lama sih, hehe) buat kita para remaja. Kita ini loh, mutiara umat. Harapan umat di masa depan. Plus di sini Azkia mau curhat juga nih, berbagi pengalaman jadi santriwati. Yaaa kerennya sih, anak boarding school gitu! Nah Seperti apa sih harusnya, seorang mutiara umat itu? Sooo check this out!

Remaja adalah aset bangsa, karena dialah yang akan memegang tonggak kekuasaan di masa depan. Tentu, semua orang akan menaruh harapan yang besar pada remaja demi terwujudnya masa depan yang gemilang. Seperti dikutip dari perkataan Ir. Soekarno “Beri aku 1000 orang tua, niscaya kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangan dunia”.

Namun pada faktanya remaja hari ini sungguh jauh dari yang diharapkan. Seiring berkembangnya zaman, justru remaja saat ini terlena dengan gemerlap dan kesenangan dunia. Bahkan kita sering kali bergidik ngeri melihat berita tentang kenakalan dan kriminalitas remaja. Tawuran pelajar, minuman keras, merokok, seks bebas, narkoba, dan berbagai aktivitas memilukan lainnya seringkali menjadi masalah remaja di negeri Indonesia ini. Bahkan menurut data dari Polda Metro Jaya pada tahun 2012, kasus kenakalan remaja mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu sebesar 36,66 persen. Naudzubillahimindzaalik. Bisa-bisa tahun ini makin meningkat. Ngeri banget ya?

Banyaknya kasus kenakalan remaja menyebabkan tak sedikit orang tua yang turun tangan.  Turun tangan disini bukan berarti benar-benar tidak ingin mengurusi anaknya, karena semua pilihan juga mengandung resiko. Para orang tua hanya ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Melihat fakta di sekeliling kita, menyekolahkan anak di sekolah umum adalah salah satu faktor kenakalan remaja. Pergaulan yang seadanya, tanpa dibekali akidah yang kuat dan ilmu agama yang kurang. Memasukkan anak ke pesantren adalah salah satu cara untuk memperbaiki kepribadian anak.

Sekarang ini sudah banyak sekolah yang disertai pesantren berbasis modern. Sekolah yang berbasis pesantren atau Islamic Boarding School tidak hanya bisa memberi ilmu dunia, tetapi juga ilmu agama. Tidak hanya akademik, tapi juga non-akademik. Karena nilai plus inilah, banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke dalam pesantren. Bahkan orang tua yang pekerjaannya mencuri sangat ingin mempunyai anak yang bersekolah di pesantren dan pandai di bidang agama, karena percaya doa anak yang sholeh bagi orang tuanya akan selalu tersampaikan meskipun sang orang tua sudah tidak ada lagi di dunia. Ditambah lagi jika seorang anak hafal Al-Qur’an akan menjadi syafa’at bagi orang tuanya di hari kiamat nanti.

Nah, contohnya ibu dan ayah Azkia yang akhirnya memilih Insantama Islamic Boarding School sebagai tempat menimba ilmu. Eits, jangan salah walaupun labelnya boarding school dan Azkia yang seorang anak tunggal dan manja bisa betah loh! Percaya gak? Percaya dong, hehehehe. Di sini kita jadi "terpaksa", ya lebih tepatnya "dipaksa" untuk menghabiskan masa remaja kita untuk hal-hal yang bermanfaat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Makanya, lingkungan pesantren atau boarding school inilah yang mendukung kita para remaja untuk mensyukuri nikmat waktu luang. Ingat, bersyukur itu gak hanya di lidah loh, tapi juga harus direalisasikan dengan perbuatan. Malah, selain dapat ilmu nyatri, di Insantama Azkia dapet latihan kepemimpinan juga. Bahkan sampai ke Eropa! Wiiih keren ya?


Ada fotonya juga loh (sombong dikit heheh)


Penyerahan Chief of The Day sebelum menuju KBRI Belanda

Di depan penginapan Stay Okay, Amsterdam.

Cerita dan info lengkapnya langsung cek aja deh, di www.lkma2016.com 

Nah udah betah nyantri, adalagi nih yang kudu diperhatiin. Yaitu, gimana sih ki biar tetap istiqomah? Kan udah dibiasain tuh di boarding, hafalan Qur'an, sholat berjamaah, puasa sunnah, dll. Biar pas balik ke rumah, (aseli menurut pengalaman pribadi loh, hehe) kok jadi males dan susaaaaah buanget ya biar konsisten ngelakuin rutinitas kaya di boarding. Ini dia tipsnya!

1. Mengikhlaskan niat saat melakukan amalan-amalan ketaatan
Allah berfirman (yang artinya):

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan Tuhannya dengan seorangpun dalam melakukan ibadah kepada-Nya”. (Al-Kahfi: 110)

2. Berdo’a kepada Allah agar diberikan keistiqamahan
Jangan salah, do’a adalah senjata seorang muslim yang paling ampuh. Oleh karena itu hendaklah seorang muslim banyak berdo’a kepada Allah agar diberikan keistiqamahan.Dai antara do’a yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah :



يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku untuk selalu berada di atas agama-Mu” (HR. Tirmidzi, no 2066. Ia berkata: “Hadits Hasan”)


Rasulullah SAW yang dijamin Allah masuk surga aja, masih berdoa meminta perlindungan Allah, apalagi kita yang iman nya sangat sangat tipis dan labil. Ya gak sih?

3. Menanamkan keyakinan dan mengingat-ingat tentang balasan yang akan diraih bagi orang yang istiqamah
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, maka mereka akan dibebaskan dari rasa takut dan kesedihan. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-Ahqof: 13-14)

4. Memilih teman yang baik 
“ Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Tentang si penjual minyak wangi, kalau engkau tidak membeli minyak wanginya maka engkau akan medapatkan bau wanginya. Adapun tentang si tukang pandau besi, kalau engkau atau bajumu tidak terbakar maka engaku akan mendapatkan bau yang tidak enak.” (HR. Bukhori, no 1959)

Yap! Itu dia sekilas renungan yang bisa Azkia share nih. Semoga bermanfaat buat pembaca semua! Salah kata atau penulisan, mohon dimaafkan yaaa.

with ❤️

@azkinaa

20 April 2014

Sunny - The 2nd Drawer (Lirik dan Terjemahan)

Title : The 2nd Drawer (두번째 서랍)
Singer : Sunny Of Girls generation

Album : Ost. The Queen Of Classroom

Tracklist : #1
Date Release :  13 June 2013

" The 2nd Drawer "

" Setelah Semua Ini Berlalu Aku akan Baik-baik Saja "

[Lirik]
oneuldo nan anbureul mudjyo
jichin harureul hollo keoreoon
naege sesangege billyeoon
kkumeun harumankeum darhaman ganeunde
ireon nado kwaehnchanheulkkayo
naega parandamyeon naega wonhandamyeon
kkumi dwehnayo
byeori jijianhneun maeumeuro
sal su innayo
oraen mureumdeureul didyeoseo
meon gireul wahsseul ttae
keureon nareul maja keudae marhaejuneyo
na chaja hemaen
keugeon narankeol
naeilye naege anbureul mudjyo
dachin maeumeun jogeum amulko inneunji
sesangege badaon sangcheo
harumankeum neureoman ganeunde
ireon nado kwaehnchanheulkkayo
tashi gidaryeoya tashi dagakaya
hamkke innayo
bie jeojji anhneun maeumeuro
sal su innayo
oraen mureumdeureul didyeoseo
meon gireul wahsseul ttae
keureon nareul maja keudae marhae juneyo
naega jigin kkumdeuri nal jikyeojundago
naega nohji anheun sondeuri jabajundago
nal jarage han gyejeol china
keudaereul mannayo
wehrowotdeon shigane insareul keonneyo
na kwaehnchanhayo
keudae isseuni
kkumi isseuni
_____________
[Indonesia]
Sekali lagi hari ini, aku bertanya pada diri ini apa yang harus kulakukan
Untukku, seseorang yang melewati hari yang melelahkan sendirian
Sekumpulan mimpi yang aku pinjam dari dunia ini
Satu persatu mereka berlari dari hari – hariku
Akankah aku baik – baik saja?
jika aku berharap untuk itu, jika aku menginginkan itu, apakah semua hanya akan menjadi sebuah mimpi?
Bisakah aku hidup dengan hati seperti bintang yang tidak pernah terjatuh?
Ketika aku tiba dari perjalanan jauh ini, setelah melangkahi pertanyaan – pertanyaan lampau
Kau mengampiriku dan berkata padaku
"Apa yang aku cari selama ini adalah aku…"
Aku bertanya pada masa depan, apa yang harus kulakukan?
Apakah hatiku yang tergores sudah sembuh meski sedikit?
Luka yang kuterima dari kehidupan ini
Yang sakitnya bertambah setiap harinya
Akankah aku baik – baik saja?
Jika aku menunggu lagi, jika aku pergi lagi, akankah kita bersama?
Bisakah aku hidup dengan hati yang tidak basah oleh air hujan?
Ketika aku tiba dari perjalanan jauh ini, setelah melangkahi pertanyaan – pertanyaan lampau
Kau menhampiriku dan berkata padaku
Mimpi yang aku inginkan akan selalu menjagaku
tangan yang tidak pernah kulepaskan akan selalu kugenggam
Setelah musim yang membangunku berlalu, aku akan bertemu denganmu
Akan kuucapkan selamat tinggal pada kesepian
Aku baik – baik saja,
Karena aku memilikimu,
Karena aku memiliki impian
source: http://luminosky.wordpress.com/


Love
@azkinaa

1 Maret 2014

Why Problems Are Good For You?

Did you ever experience a dark phase in your life? Lost a job or a loved one? Financial or health problems? Been through a divorce or a rough marriage? Did you find yourself looking towards the sky and asking “Why me?” while hoping and yearning for that perfect life?
If you answered ‘no’ to these questions then better you stop reading right now because this article won’t interest you. If you answered ‘yes’ to any of the above questions then read on….There’s good news and bad news…
The Bad News
I am going to be straight with you. If you waiting for that ‘perfect life’, you going to wait for a long time because that life doesn’t exist. If there was such a thing as a ‘perfect life’, Allah would have given it to His closest servants, the Prophets (Peace be upon them), but they lived lives stacked with difficulty. I won’t elaborate on their sacrifices for I fear this piece will be too long but understand one thing…from marriage to kids, finance to health, the Prophets of Allah (Peace be upon them) experienced an avalanche of trials, and of course, our beloved Muhammad (PBUH) seen the worst. Despite the fact that he was Allah’s most beloved creation, he was orphaned at a young age, lost all his male progeny while still infants and went for days without food just to mention a few.
I know what you thinking…”What about the rich and famous in today’s era?”. Well, truth be told, despite the wealth, there is no happiness. Drug scandals, love affairs, depression, jail -time, I don’t know about you but I don’t see happiness in Hollywood. I mean seriously, I could hold my breath longer than some celebrity marriages. These problems are common and experienced by everyone. The poet says it up beautifully…


“The healthy seek wealth..wealthy seek health..


husbands seek jobs.. employed seek wives..

these are the days of our lives.” @poetrypencil
 The Good News
So why did the Prophets of Allah experience rough patches and why do YOU experience rough patches? Because Allah loves them and Allah loves…YOU.
A Hadeeth states:
“When Allah intends good for a person He puts him/her through a test.”(Bukhaari)
But why would Allah put you through difficulty? It doesn’t make sense. It goes against logic!
Well, ask yourself these questions…
1) How often do I read Tahaajud in good times?
2) How much Dhikr do I make in good times?
Very little?
 Now ask yourself this…
1) How often do I make Dua in difficult times?
 2) How often do I think of Allah in difficult times?
Quite a bit?
The above Hadith makes more sense now doesn’t it?
The point is Allah puts you through a test because He wants the best for you. He wants you to be closer to Him. We might not realize it but ‘happy times’ takes us further away from Allah. We only turn to Him in our days of darkness. With every rough patch we become His friend and He loves that…He loves YOU.
Also, good news, your sins are being forgiven…
“never a believer is stricken with discomfort, hardship, illness, grief or even with mental worry except that his/her sins are forgiven” (Bukhaari, Muslim)
“A Muslim male or female continues to remain under  trial in respect of his/her life, property and offspring  till he/she meets Allah in a condition that all of his/her sins are forgiven.” (Tirmidhi)
How to face a difficulty
Two qualities have been emphasised upon in the Ahadeeth:
1) Patience – Remember, your nagging, moaning and screaming can’t solve anything but your Dua can move mountains. Be patient and understand that there’s light at the end of the tunnel. Allah wants to see your reaction, so act wisely. I would love to further explain ‘patience’ and ‘light at the end of the tunnel’ but let’s leave that for another day.
2) Hope for reward – Allah knows your thoughts and your feelings. If you doubt His mercy, He will ‘doubt’ showing His mercy. Be sure and convinced that His mercy will arrive, be sure that you will be rewarded for your trial and believe me, when it comes, it will pour.

source: http://maestrouzy.com/


Love
@azkinaa